Search

Apa Agenda Grebeg Suro 2013?

Grebeg Suro adalah acara tradisi kultural masyarakat Ponorogo dalam wujud pesta rakyat. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Grebeg suro merupakan acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 1 Muharram (1 Suro pada tahun Jawa). Acara ini merupakan kegiatan awal dalam menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Jawa Timur setiap tahun.
Rangkaian Grebeg Suro di antaranya, prosesi penyerahan pusaka ke makam bupati pertama Ponorogo. Kemudian disusul pawai ratusan orang menuju pusat kota dengan menunggang bendi dan kuda yang dihiasi. Berikutnya akan ada Festival Reog Nasional di alun-alun kota. Saat itu puluhan grup reyog di Jawa Timur bahkan dari Kutai Kartanagara, Jawa Tengah, Balikpapan, dan Lampung akan turut tampil memeriahkan acara meriah ini.



Tata cara pelaksanaannya dimulai dengan Festival Reog Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari dengan jumlah peserta 51 grup dengan 21 grup dari Ponorogo dan 30 grup dari Luar Ponorogo. Dari keseluruhan peserta diambil 10 besar group Reog terbaik dan 10 besar pembina terbaik. Sehari sebelum 1 Suro diadakan Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka dari kota lama ke kota tengah untuk mengenang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama ke kota tengah. Malam 1 Suro diadakan penutupan Festival Reog Nasional dan pengumuman lomba, dan tepat tanggal 1 Suro diadakan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung meliputi nilai simbolik, nilai tanggung jawab, nilai keindahan, nilai moral, nilai hiburan, nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai apresiasi, dan nilai religius.

HARI / TGL WAKTU NAMA GROUP REYOG YANG TAMPIL

RABU,30 OKT 2013
19.00 – 19.25 1. SINGO MANUNGGAL JAYA KAB. LUMAJANG
19.25 – 19.50 2. REYOG PEMKAB KAB. BENGKALIS
19.50 – 20.15 3. KI AGENG PUNUK SMAN I BADEGAN
20.15 – 20.40 4. JWALITA KRIDHO MANGGOLO KAB. TRENGGALEK
20.40 – 21.05 5. SINGO WATU IRENG PT BUKIT ASAM
21.05 – 21.30 6. KRIDHO TARUNO SMAN 2 PONOROGO
21.30 – 21.55 7. SARDULO PUTRO KOTA MADIUN
21.55 – 22.20 8. REYOG PEMKAB KAB. KEDIRI
22.20 – 22.45 9. EX PEMBANTU BUPATI SOMOROTO

KAMIS,31 OKT 2013
19.00 – 19.25 10. MAHABARATA EX PEMBANTU BUPATI JEBENG
19.25 – 19.50 11. SIRNO BUDOYO KAB. PACITAN
19.50 – 20.15 12. WIJOYO KUSUMO KAB. TJ. JABUNG BARAT
20.15 – 20.40 13. EX PEMBANTU BUPATI ARJOWINANGUN
20.40 – 21.05 14. SINGO MANGGOLO KOTA BALIKPAPAN
21.05 – 21.30 15. KARYO SINGO YUDHO SMAN I SLAHUNG
21.55 – 22.20 17. REYOG PEMKAB KAB. GUNUNG KIDUL
22.20 – 22.45 18. MANGGOLO MUDHO PAWARGO YOGYA

JUM’AT,1 NOP 2013
19.00 – 19.25 19. SURO MENGGOLO KOTA TJ. PINANG
19.25 – 19.50 20. TARUNO SURYO SMA MUHIPO PO
19.50 – 20.15 21. SINGO YUDHO BUDOYO KOTA SURABAYA
20.15 – 20.40 22. LIMAN SINGO BUDOYO KAB. LAMPUNG TIMUR
20.40 – 21.05 23. KRIDHO TAMTOMO SMK PGRI 2 PONOROGO
21.05 – 21.30 24. DUTA NUSANTARA KAB. PACITAN
21.30 – 21.55 25. SINGO MULANG JOYO KOTA METRO LAMPUNG
21.55 – 22.20 26. EX PEMBANTU BUPATI PULUNG
22.20 – 22.45 27. SINGO BUDOYO KAB. MUARA ENIM

SABTU,2 NOP 2013
19.00 – 19.25 28. BARONG SAMODRA PT PETROGRES
19.25 – 19.50 29. BRAWIJAYA UB MALANG

19.50 – 20.15 30. SINGO MANGKU JOYO PLN JAWA TIMUR

20.15 – 20.40 31. SINGO WESI WOJO PT KRAKATAU STEEL
20.40 – 21.05 32. SINGO BUDOYO KAB. JEMBER
21.05 – 21.30 33. KENYO MANGGOLO SMKN I PONOROGO
21.30 – 21.55 34. BATAM MADANI KOTA BATAM
21.55 – 22.20 35. SMKN 2 KAB. WONOGIRI
22.20 – 22.45 36. SIMO BUDI UTOMO UNMUH PONOROGO

MINGGU,3 NOP 2013

19.00 – 19.25 37. GAJAH MANGGOLO SMAN I PONOROGO
19.25 – 19.50 38. BANTARANGIN DKI JAKARTA
19.50 – 20.15 39. PURBAYA KOTA SURABAYA
20.15 – 20.40 40. PUDAK ARUM PT SEMEN GRESIK
20.40 – 21.05 41. EX PB PONOROGO
21.05 – 21.30 42. SINGO JOYO JATI KOTA BALIKPAPAN
21.30 – 21.55 43. SARDULO ANUROGO UNEJ JEMBER
21.55 – 22.20 44. DHARMO MANGGOLO PT INDOCEMEN BGR
22.20 – 22.45 45. NIKEN GANDINI SMKN I JENANGAN

Suber: Yayasan Reyog Ponorogo 
Description: Apa Agenda Grebeg Suro 2013? Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Apa Agenda Grebeg Suro 2013?

Bagaimana Sejarah Seni Reog Ponorogo?

Bagaimana Sejarah Seni Reog Ponorogo?Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Kabupaten Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang terkesan sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.


Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
Jathil
Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini dibawakan oleh penari di mana antara penari yang satu dengan yang lainnya saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau greget sang penari.
Jathilan ini pada mulanya ditarikan oleh laki-laki yang halus, berparas ganteng atau mirip dengan wanita yang cantik. Gerak tarinya pun lebih cenderung feminin. Sejak tahun 1980-an ketika tim kesenian Reog Ponorogo hendak dikirim ke Jakarta untuk pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta), penari jathilan diganti oleh para penari putri dengan alasan lebih feminin. Ciri-ciri kesan gerak tari Jathilan pada kesenian Reog Ponorogo lebih cenderung pada halus, lincah, genit. Hal ini didukung oleh pola ritmis gerak tari yang silih berganti antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik.
Warok
"Warok" yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik.Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).
Warok merupakan karakter/ciri khas dan jiwa masyarakat Ponorogo yang telah mendarah daging sejak dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi penerus. Warok merupakan bagian peraga dari kesenian Reog yang tidak terpisahkan dengan peraga yang lain dalam unit kesenian Reog Ponorogo. Warok adalah seorang yang betul-betul menguasai ilmu baik lahir maupun batin.

Barongan (Dadak Merak)
Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong. Dadak merak, kerangka terbuat dari bambu dan rotan sebagai tempat menata bulu merak untuk menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik - manik (tasbih). Krakap terbuat dari kain beludru warna hitam disulam dengan monte, merupakan aksesoris dan tempat menuliskan identitas group reog. [4] Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram.

Klono Sewandono
Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut. Pusaka tersebut digunakan untuk melindungi dirinya. Kegagahan sang Raja di gambarkan dalam gerak tari yang lincah serta berwibawa, dalam suatu kisah Prabu Klono Sewandono berhasil menciptakan kesenian indah hasil dari daya ciptanya untuk menuruti permintaan Putri (kekasihnya). Karena sang Raja dalam keadaan mabuk asmara maka gerakan tarinyapun kadang menggambarkan seorang yang sedang kasmaran.

Bujang Ganong

Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak - anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti
Description: Bagaimana Sejarah Seni Reog Ponorogo? Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Bagaimana Sejarah Seni Reog Ponorogo?

Kota Ruteng, Gerbang Menuju Wae Rebo, Selalu Berselimut Kabut

Kota Ruteng Selalu Berselimut Kabut.
Kota ini terkenal sebagai Bogornya Flores karena dingin, kotanya di kelilingi oleh perbukitan, nampak indah….

Kota Ruteng tidak hanya untuk singgah ketika menuju Waerebo, atau ke Liang Bua tempatnya Hobbitnya Indonesia. Tetapi sekitar 15 Km dari Ruteng kita bisa melihat sawah jaring laba-laba atau Lingko dalam bahasa Manggarai. 
DI atas pegunungan berketinggian 1200 meter dpl di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, bertengger sebuah kampung kuno bernama Wae Rebo. Kampung kecil dengan 7 rumah adat berbentuk kerucut, yang telah dihuni turun temurun selama 19 generasi.
Wae Rebo terletak di barat daya kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Untuk menuju ke Wae Rebo, butuh perjuangan ekstra, berjalan kaki selama 4,5 jam mendaki pegunungan.



Wae Rebo yang terpencil di pedalaman hutan, memang lebih banyak diminati wisatawan mancanegara ketimbang turis domestik. Tahun 2011, total sebanyak 330 turis berkunjung ke Wae Rebo, yang berasal dari 19 negara.

Rasa lelah trekking menembus hutan dengan medan menanjak, terbayar lunas setelah kaki berhasil menginjakkan kaki di Kampung Wae Rebo. Keindahan kampung adat Wae Rebo tersaji di depan mata.

Daya tarik utama Wae Rebo adalah rumah adatnya, yang disebut mbaru niang. Rumah niang berbentuk kerucut dengan atap terbuat dari daun lontar. Jumlahnya hanya ada 7, tidak boleh lebih.Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup dari berkebun kopi. Saat musim panen, warga menjemur biji-biji kopi di halaman di antara rumah-rumah niang. Kopi yang dibudidayakan jenis arabika.
Description: Kota Ruteng, Gerbang Menuju Wae Rebo, Selalu Berselimut Kabut Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Kota Ruteng, Gerbang Menuju Wae Rebo, Selalu Berselimut Kabut

Uniknya Labuan Bajo | Kota Nelayan Yang Ramah

Uniknya Labuan Bajo | Kota Nelayan Yang Ramah. Labuan Bajo adalah sebuah kota nelayan yang terletak di ujung barat Flores di wilayah Nusa Tenggara dari timur Indonesia. Setelah sebuah desa nelayan kecil , Labuan Bajo ( juga dieja Labuhanbajo dan Labuanbajo ) di Flores kini ramai pusat sibuk pariwisata . [ 1 ] Ini adalah titik peluncuran untuk perjalanan ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca , rumah bagi komodo terkenal . Kanawa dekatnya dan Kepulauan Seraya adalah kesempatan besar untuk melakukan beberapa menyelam dan snorkeling dan setiap malam di Pulau Kalong ribuan kelelawar flying fox memakai tampilan yang menakjubkan .
Dalam beberapa jam dari Labuan Bajo dapat menemukan beberapa air terjun , trekking dan banyak pantai yang beragam. Kota ini cukup kecil dan dapat dengan mudah dilalui dengan berjalan kaki (dalam 10-15 menit ) . Ojek ( Rp 3.000-5.000 ) dan bemo melewati setiap 5 menit jika Anda mendapatkan lelah berjalan . Anda dapat menyewa sepeda motor untuk 75.000 Rp . per hari . Sekarang ada 4 ATM bekerja ada di kota dan jalan beraspal .


Bandara Komodo terletak hanya 2 km dari pusat Labuan Bajo dan memiliki 4-6 penerbangan setiap hari tiba dari Bali . Port itu memiliki keberangkatan feri setiap hari ke Bima dan keberangkatan mingguan atau dua mingguan ke Denpasar dan Sulawesi .
Menghadapi dua pulau penting - Rinca dan Komodo - satu-satunya habitat di dunia untuk spesies mitos dan terancam punah , komodo ( Varanus komodoensis ) , kota Labuan Bajo bertindak sebagai pelabuhan transit dan tujuan untuk baru ditemukan interior Flores . Kota di ujung paling barat Flores menyediakan tempat untuk persediaan pada bahan makanan dan kebutuhan lainnya bagi mereka yang bepergian liveaboards ke pulau-pulau atau lebih ke timur .



Sebelum memasuki versi Indonesia Jurassic Park , wisatawan akan mencari informasi penting di dalam dan di sekitar pelabuhan ini sibuk. Labuan Bajo memiliki cukup beberapa lembaga wisata , toko-toko , restoran , money changer , dive operator , dan berbagai akomodasi, dari guesthouses sederhana untuk hotel berbintang sepanjang pantai yang dapat memberikan informasi gratis tentang Taman Nasional Komodo . Informasi ini juga tersedia untuk seluruh Pulau Flores yang membentang 450 kilometer dari barat ke timur . Di sini istilah ' Island'suggests panjang lebih dari sekedar koktail menyegarkan atau pulau terbesar di New York , ketika avid wisatawan ke kawasan timur Indonesia mungkin akan meromantiskan istilah untuk Pulau Flores itu sendiri . Bahkan , mendapatkan seluruh pulau ini benar-benar bukan perjalanan pendek ketika Anda pergi darat .
Selain dari aneka akomodasi wisata yang baik , kota itu sendiri sangat miskin dalam fungsi infrastruktur . Harapan harus, karena itu , akan turun ke level yang moderat , terutama ketika akan tur kota pada Anda sendiri , di mana Anda akan menemukan kota entah bagaimana cukup sederhana . Untungnya , itu tenang sehingga lalu lintas berat tidak mungkin . Meskipun menonton matahari terbenam berwarna-warni melalui bay romantis dari restoran di atas bukit cukup pengalaman yang menakjubkan .
Secara administratif , Labuan Bajo merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat yang mencakup seperempat dari total luas Pulau Flores . Meskipun laju industri perhotelan mengalami percepatan , namun 65 % dari pendapatannya masih berasal dari sektor pertanian . Gaya hidup pertanian di Flores , Sumba , dan Timor , memberikan dampak yang cukup besar pada kesederhanaan rakyatnya , dijiwai dengan budaya luar biasa yang hidup . Tradisi untuk merayakan apa yang Ibu Alam yang ditawarkan adalah otentik , yaitu Pasola dan nyale di Sumba , yang Caci di Flores , yang Baleo di Lembata dan Alor , dan Reba di Ngada . Semua yang berhubungan dengan gaya hidup pertanian dan pesisir rakyatnya . Di Manggarai dan Manggarai Barat , mayoritas orang memeluk Islam karena mereka adalah pendatang dari Sulawesi , Lombok , Jawa , dan Sumatera , dengan beberapa dari mereka masih percaya pada animisme kuno.

Untuk kebanyakan wisatawan dan Barat yang memiliki banyak bisnis di sini , kota berkembang adalah entah bagaimana menguntungkan dan bahkan romantis. Pandangan di pondok-pondok kayu dengan atap jerami disamarkan oleh shrubberies dan pohon-pohon yang menjulang tinggi sampai di kota miring , menghadap pelabuhan indah , membuat percakapan malam dengan mitra bepergian pengalaman yang tak terlupakan . Untuk beberapa petualang , Labuan Bajo bisa menjadi liburan yang ideal .
Description: Uniknya Labuan Bajo | Kota Nelayan Yang Ramah Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Uniknya Labuan Bajo | Kota Nelayan Yang Ramah

Pulau Batek | Fatu Sinai >> Cinta Indonesia

Pulau Batek (Fatu Sinai) adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sawu dan berbatasan dengan negara Timor Leste. Pulau Batek ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini berada di sebelah timur laut dari kota Kupang dengan koordinat 9° 15′ 30″ LS, 123° 59′ 30″ BT.

Pulau terluar ini menjadi tempat bertelur penyu-penyu serta lokasi migrasi lumba-lumba. Untuk mencapainya cukup mudah karena perairan di sebelah utaranya merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) jalur 3 yang menjadi jalur pelayaran internasional, rawan illegal fishing dan effective occupation dari negara tetangga

Description: Pulau Batek | Fatu Sinai >> Cinta Indonesia Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Pulau Batek | Fatu Sinai >> Cinta Indonesia

Pulau Pantar | Destinasi Penyelam Terbaik

Pulau Pantar | Destinasi Penyelam Terbaik. Kepulauan Pantar adalah merupakan gugusan pulau yang terletak di antara pulau lomblen dan pulau Alor,yang mana Kepulauan Pantar memiliki gugusan pulau - pulau kecil diantaranya Pulau,Batang,Pulau Lapang,Pulau Rusa,Pulau Kangge,Pulau Kura,Pulau Tereweng,pulau Ternate dan pulau buaya[Nusa Tenggara]]. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Pantar di timur, Selat Ombai di selatan, serta Selat Alor di barat. Luas wilayahnya 728 km², dan titik tertingginya 1318 m (Puncak Topaki). Salah satu gunung api yang aktif, Gunung Sirung (862 m), terletak di bagian tenggara Pulau Pantar.

Pulau Pantar merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Pantar sendiri dibagi menjadi 6 kecamatan: Kecamatan Pantar (Kabir )Kecamatan Pantar Tengah (Muriabang),Kecamatan Pantar Barat Laut (Marica / Wolu) ,Kecamatan Pantar Barat (Baranusa),Kecamatan Pantar Barat Daya (Puntaru)Kecamatan Pantar Timur ( Bakalang).

Pulau Pantar memiliki keunikan yang menakjubkan wisatawan. Di sana ada berbagai jenis ikan, termasuk jenis mamalia, dan aneka warna terumbu karang yang dikelilingi puluhan pulau kecil nan indah.
Perairan ini membentang sepanjang Selat Pantar dengan luas 65,70 km persegi. Pulau Pantar dan Pulau Alor mengapit perairan ini, di ujung timur kedua pulau ini terdapat jajaran 13 pulau kecil, antara lain Pulau Buaya, Pulau Ternate, dan Pulau Pura.
Di gugusan pulau-pulau ini terdapat satu selat, disebut Selat Kumbang atau warga setempat menyebut mulut kumbang. Selat ini terletak antara Pulau Alor kecil dan Pulau Kepa seluas 3 kilometer persegi. Pulau Kepa sedang disewa warga berkebangsaan Perancis. Ia membangun cottage bagi wisatawan mancanegara sejak 2003. Kini ada lima unit cottage yang menampung pengunjung sampai 100 orang.
Description: Pulau Pantar | Destinasi Penyelam Terbaik Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Pulau Pantar | Destinasi Penyelam Terbaik

3 Warna Sempurna Danau Kelimutu

Danau 3 Warna Kelimutu3 Warna Sempurna Danau Kelimutu. Penemu pertama adalah  lio Van Such Telen, warga negara  Belanda Mama Lio , tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Indahnya Danau Kelimutu, Ende, NTT

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Description: 3 Warna Sempurna Danau Kelimutu Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: 3 Warna Sempurna Danau Kelimutu

Pulau Komodo dan Pulau Rinca | Keajaiban Dunia

Pulau Komodo dan Pulau Rinca | Keajaiban Dunia.Pulau Komodo terpilih menjadi salah satu dari tujuh New 7 Wonders of Nature. Atas prestasi tersebut Presiden SBY berharap semua pihak berpartisipasi untuk mengembangkan Pulau Komodo. "Sebagai warisan alam dunia, kita wajib memelihara, melestarikan, dan mengembangkan Pulau Komodo ini," ujar Presiden SBY dalam sambutannya di Pantai Pede, Labuan Bajo, NTT, Sabtu (14/9/2013).
“Komodo is one of the New7 Wonder of Nature” , inagurasi diawali dengan membuka selubung prasasti oleh Presiden New7 Wonders Fondation Bernard Webber di dampingi Duta Besar Komodo Mohammad Jusuf Kalla selaku wakil dari pemerintah Indonesia, dilaksanakan hari jumat (13/9) di Loh Liang Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur . Turut hadir menyaksikan Acara ini Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan beserta Ibu Soraya, beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Dubes Selandia Baru, Dubes Vietnam, dan Dubes Philipina untuk Indonesia, dan perwakilan nominator semua penerima the New7 Wonder.
"Saya berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kawasan Nasional Komodo serta pulau-pulau lain di sekitarnya akan menjadi ikon baru pariwisata dunia di kawasan tengah Indonesia," tuturnya.

Presiden SBY juga bangga, setiap berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, dirinya selalu mencatat berbagai kemajuan pem-bangunan. Kemajuan seperti ini tentu sangat baik dan menggembirakan.

"Kalau setiap provinsi atau daerah dengan penuh semangat dan kesungguhan terus membangun dan memajukan daerahnya, maka secara nasional negara kita akan makin cepat maju dan sejahtera," harapnya.
Sebagaimana diketahui bersama, lanjut SBY, Pulau Komodo yang menjadi satu-satunya habitat utama komodo di dunia, telah ditetapkan oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO sebagai warisan alam dunia, natural world heritage pada tanggal 19 Desember 1991. Pulau Komodo juga menjadi the New 7 Wonders of Nature yang ditetapkan oleh New 7 Wonder Foundation pada tahun 2012.

Pulau Rinca dan Pilau Komodo sebagai pusat operasional Taman Nasional Komodo terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².
Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.
Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.
Pulau-pulau ini aslinya adalah pulau vulkanis. Jumlah penduduk di wilayah ini kurang lebih adalah 4.000 jiwa. Pada tahun 1986 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Description: Pulau Komodo dan Pulau Rinca | Keajaiban Dunia Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Pulau Komodo dan Pulau Rinca | Keajaiban Dunia

Pulau Sabu dan Gajahmada >> cinta Indonesia

Pulau Sabu dan Gajahmada >> cinta Indonesia. Siapa di negeri ini yang tidak tahu Patih Gajahmada, patih kerjaan Majapahit yang terkenal dengan sumpah Palapa ini bersumpah akan menyatukan buni Nusantara, yang meliputi Asia Tenggara. 

Dalam perjalanan menyatukan Nusantara, Patih Gajahmada dipercaya telah singgah dipulau sabu dan Raijua. Sabu tidak termasuk dalam daftar jajahan Kerajaan Majapahit (abad ke 12-14). Namun dalam beberapa situs dan di beberapa benda kuno, terutama yang ada di pulau Raijua, terdapat sebutan Maja. Banyak orang mengaitkan sebutan Maja itu pada keberadaan pemukim di pulau tersebut dalam masa Majapahit (dan bahkan beberapa orang percaya bahwa Gajah Mada sendiri pernah tinggal di Raijua).
Sampai saat ini tidak ada sumber-sumber informasi dari zaman Portugis mengenai Sabu dan Raijua yang telah ditemukan. Selang beberapa ratus tahun setelah kedatangan bangsa Portugis, Sabu disebutkan dalam dokumen Belanda tahun 1648.


Pada tahun 1674, kapal de Carper milik VOC menabrak batu karang di daerah Dimu. Kapal tersebut dirampok dan awaknya dibunuh. Dengan bantuan para raja atau pemimpin dari suku Amarasi (Timor), suku Termanu (Roti) dan suku Seba, VOC berhasil mengepung benteng Hurati di daerah Dimu selama beberapa bulan. Tidak mampu menembus pertahanan benteng tersebut, pasukan tentara VOC dan bantuannya mundur, akan tetapi seluruh kekuasaan Sabu tetap diminta untuk membayar denda yang tinggi kepada Belanda.
Pada tahun 1756, VOC menandatangani perjanjian dengan lima daerah kekuasaan Sabu; Seba, Mesara, Menia, Dimu dan Liae. Setelah beberapa orang penduduk memeluk agama Kristen pada masa awal kependudukan Portugis dan Belanda, Kristenisasi dan pendidikan menjadi berkembang dengan perlahan di Sabu dibanding kepulauan lain seperti Roti, Timor atau Flores.
Kapten James Cook dengan kapal Endevour berlabuh di Sabu pada bulan September tahun 1770. Cook bertemu dengan salah satu perwakilan Belanda, Johan Christopher Lange. Dia juga bertemu dengan raja Seba, Lomi Jara, dan seorang raja tua yang bernama Manu Jami. Kedua raja tersebut berasal dari suku Nataga; nama-nama mereka dapat ditemukan sebagai silsilah lokal yang ada di daerah tersebut.


Pada awal abad ke dua puluh, raja dari suku Seba menjadi raja Sabu yang artinya ia memiliki wewenang atas suku-suku lain. Para raja dari suku lain ini direndahkan kedudukannya dan diberi gelar "Pemimpin Kedua". Setelah Indonesia merdeka, pulau-pulau ini dipecah menjadi dua kecamatan. Sabu Barat, mencakup wilayah yang awalnya dimiliki oleh suku Seba, Mesara, Menia dan pulau Raijua. Dan Sabu Timur, mencakup wilayah Liae dan Dimu.
Description: Pulau Sabu dan Gajahmada >> cinta Indonesia Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Pulau Sabu dan Gajahmada >> cinta Indonesia

Otak Rote >> Cinta Indonesia

Otak Rote-Cinta Indonesia. Jika anda ke daerah NTT atau di Kota Kupang, anda akan mendengar istilah Otak Rote.  Secara singkat otak rote berarti 
akal atau ide orang rote. Namun, mengapa otak rote cenderung berarti negatif?

Ada beberapa pernyataan bahwa pemikiran dan ide-ide orang rote cenderung kurang fair,  sampai ada yang bilang "kalo ada harimau dan orang rote, lumpuhkan orang rote dahulu".

Kepulauan Rote, juga disebut Pulau Roti, adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Rote merupakan wilayah paling selatan Indonesia. Pulau ini terkenal dengan kekhasan budidaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti’i Langga. Rote berstatus sebagai kabupaten dengan nama Kabupaten Rote Ndao melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002.

Kepulauan Rote terdiri atas 96 pulau, 6 di antaranya berpenghuni. Wilayah ini beriklim kering yang dipengaruhi angin muson dan musim hujan relatif pendek (3-4 bulan). Bagian utara dan selatan berupa pantai dengan dataran rendah, sementara bagian tengah merupakan lembah dan perbukitan. pulau ini dapat dikelilingi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Dari Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur, daerah ini bisa dicapai dengan angkutan laut maupun pesawat terbang. Lalu lintas barang dan jasa umumnya mengandalkan kapal feri yang setiap hari melayani rute Kupang-Baa sekitar empat jam. Rute lain, seperti Makassar dan Surabaya, dilayani oleh perahu dan kapal motor dari pelabuhan rakyat (Pelra), seperti Papela (Rote Timur), Oelaba (Rote Barat Laut), Batutua (Rote Barat Daya), dan Ndao (Pulau Ndao). Jalur udara sampai sekarang hanya seminggu sekali.


Pertanian menjadi sumber ekonomi Rote Ndao yang nilai keseluruhannya Rp 213,2 miliar pada tahun 2002. Peran tanaman pangan 18,22% dari total pertanian yang menyumbang setengah kegiatan ekonomi, sementara peternakan 17,48% dan perikanan 12,22%. Dari 53.986 orang usia 15 tahun ke atas yang bekerja, mereka yang berkegiatan di pertanian tanaman pangan paling tinggi (62,46%) — terutama di Lobalain dan Rote Barat Laut — sedangkan perikanan meyumbang 5,74% dan peternakan 2,14%.
Luas lahan sekitar 53.797 hektare, 13.000 di antaranya sawah irigasi untuk padi gogo rancah. Produksi per hektar 4-5 ton atau rata-rata 23.697 ton per tahun. Di luar padi, tanaman yang cukup penting nilainya adalah kacang tanah biji besar yang berkadar kolesterol rendah, bawang merah, semangka, lombok, jagung, dan sorgum. Sebagian besar dihasilkan di Rote Barat Daya, Barat Laut, Timur, dan Pantai Baru.

Komoditas lain yang terkenal adalah lontar, kelapa, dan jambu mete. Dengan lahan sekitar 82.000 ha, dihasilkan gula rata-rata 200 ton per tahun. Penduduk biasanya mengolah nira lontar menjadi gula lempeng, gula semut, gula air, dan sopi. Sopi adalah minuman khas Rote Ndao yang merupakan fermentasi nira dan mengandung alkohol tinggi. Jika diolah lebih lanjut, hasilnya bisa dipakai alkohol medik.
Di balik keterpencilannya, Rote memiliki lahan penggembalaan ternak. Sampai sekarang padang penggembalaan yang dimanfaatkan 20.512 ha atau sekitar 16% dari luas wilayah. Ini belum termasuk 40.000-an ha lahan tidur yang bisa dipakai untuk kegiatan itu. Sebagian besar merupakan padang rumput alam, terutama jenis andropogon, sedang pada lahan tidur merupakan rumput alam dan lahan kering dengan vegetasi semak belukar.

Sapi, kerbau, dan kuda banyak diternakkan di Rote Timur, Tengah, dan Barat Laut. Adapun kambing, domba, babi, dan unggas-ayam dan itik- lebih merata di seluruh kecamatan. Sampai tahun lalu, populasi sapi 19.277 ekor, kerbau 10.524 ekor, dan kuda 4.095 ekor. Ketiganya menjadi komoditas yang dijual ke Jakarta dan Makassar melalui Kupang. Hingga Februari 2004, "ekspor" sapi potong 1.336 ekor, kerbau 1.000 ekor, dan kuda 350 ekor. Untuk pasar Jawa, kuda diperlukan untuk hewan penarik, sedang di Makassar sebagai kuda beban di daerah yang belum terjangkau transportasi darat.
Beternak merupakan tradisi orang Rote sejak dulu. Sistem pemeliharaan pun masih tradisional, dilepas bebas di alam terbuka dan dikandangkan kalau ada keperluan. Sebagai daerah peternakan, keperluan daging pasar lokal sudah terpenuhi. Sebelum lepas dari kabupaten induk, daerah ini merupakan penghasil tingkat provinsi.
Komoditas ternak rupanya mengalami sejumlah masalah. Selain pola pemeliharaan, kondisi alam membuat suplai pakan dan air pada musim kemarau menurun. Umumnya sungai ada di bagian yang rendah. Debit air di musim kemarau amat kecil, bahkan banyak yang kering karena daerah tangkapan air (hulu) sungai tidak berhutan. Kendala lainnya adalah kerugian akibat wabah penyakit hewan seperti septihemia epizootica (SE) yang menyerang sapi dan kerbau dan hog cholera pada babi. Dikarenakan banyak jalan yang belum diaspal, biaya transportasi dari kecamatan ke pelabuhan menjadi tinggi. Di sisi lain, angkutan laut (untuk ternak) ke Kupang hanya mengandalkan feri. Selain itu, pencurian, modal peternak yang terbatas, dan ancaman rumput belalang serta acasia nilotika (yang mematikan rumput alam) juga menjapada masalah.
Description: Otak Rote >> Cinta Indonesia Rating: 3.5 Reviewer: Stasiun Geofisika Alor ItemReviewed: Otak Rote >> Cinta Indonesia
Tweets by @indotradingbiz Get Twitter Fan Box Widget